Yogyakarta II


Untuk kedua kalinya aku menginjakan kakiku di Jogja, suasana kota yang aman dan nyaman langsung terasa begitu aku turun dari kereta di stasiun Tugu. Kali ini misi yang aku bawa dari kantor adalah misi presentasi di UIN jogja. Kalau dulu aku datang berdua dengan temanku, sekarang aku hanya sendiri tanpa ada yang menemaniku, TUGAS!! Kereta Turangga ternyata penuh, maklum ini masih dalam proses liburan sekolah jadi masih banyak yang pada mudik, eeeh ga tau mudik apa liburan, Whatever!!alhasil aku jadi naik Lodaya Malam. Such a nice train , dengan harga 150 rebu aku mendapatkan pelayanan yang memuaskan.

Tepat jam 13.30 aku pergi presentasi ke direktorat UIN, aku presentasi di hadapan para pejabat pejabat rektorat UIN, gila pengalaman pertama kalinya aku harus menghadapi situasi seperti ini. Aku berusaha untuk memaksimalkan waktu yang ada agar semua informasi yang dibuthkan oleh klien terpenuhi. Alhasil tinggal nunggu keputusan. Selesai presentasi di UIN aku menyempatkan diri untuk beristirahat dan bersyukur sama Tuhan atas kelancaran presentasi yang diberikan padaku, terima kasih Tuhan!!setelah meluruskan tubuh sejenak aku lalu beranjak untuk memesan tiket pulang ke kota kembang, gilaaa di stasiun tugu ternyata antrian nya lebih parah daripada di stasiun Bandung. Aku kebagian no 869, sedangkan yang dipanggil saat itu baru no 801. Mau ga mau aku tungguin juga giliranku, daripada aku ga bisa pulang. Akhirnya tiket Kereta Turangga telah berada di tanganku, jam 23.10 itu waktu keberangkatan keretanya.

Sambil menunggu jadwal keberangkatan, aku mampir di jalan Malioboro, salah satu kawasan wisata wajib di Yogyakarta, berbagai macam ciri khas Jogja dipamerkan disana, ada batik, perak, kain pakaian, kerajinan tangan, makan khas jogja, dll. Aku panggil tukang becak di Malioboro dan aku minta diantar ke toko bakpia patuk 25, aku kaget mendengar ongkos nya”5000” gila murah banget!!!

Aku dianter keliling Cuma keluar uang 5000, dan ternyata aku dianter bukan ke tokonya melainkan ke pabriknya. Disana bakpia yang dijual masih pada hangat dan baru selesai diproduksi, aku pesan satu paket aja. Oleh oleh dari Jogja untuk teman temanku di kantor. Perjalananku kali ini cukup membuatku berkesan, tapi sayang aku tidak diphoto sekalipun, mau photo gimana aku aja berangkat Cuma sendiri, yang ada aku dibilang narsis. But ‘s that ok!!karena aku tidak lupa mengabadikan perjalananku dalam photo yang aku ambil dengan tanganku sendiri, ga kalah sama photographer profesional, nih contohnya 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s