Wisata Yogyakarta


Dimulai dari banyak nya hari libur di penghujung tahun 2009 ini, hmmm sekitar 3 minggu berturut turut di akhir pekan ada tanggal merahnya. Kesempatan ini tidak disia siakan tentunya, bagi para karyawan ini merupakan kesempatan untuk merefresh sejenak kepenatan kepala dari aktifitas dan rutinitas yang menjemukan, bagi para mahasiswa juga ini merupakan ajang liburan dan kesempatan buat hang out atau pergi camping bareng dengan teman teman, bagi keluarga apalagi, tentunya akan menjadi waktu yang berharga untuk berkumpul dan bercengkrama.

Naah!!!kl kita memutuskan untuk mengambil sebagian dari waktu long week end tersebut untuk berolahraga futsal, dan jalan jalan ke Yogyakarta. Sharing pengalaman aja yaa, cuma memang harus diperhitungkan jauh jauh hari sebelum kita pergi, dimulai penginapan sampe transportasi, dan segala kebutuhan lainnya, soalnya penuuh banget kl kita ngedadak,.makanya FYI nih kita share info aja buat penginapan murah meriah klik aja disini

Kami berangkat dari bandung tepat pukul 20.00 dari stasiun bandung, kami berangkat bertiga. Kebetulan di stasiun kami bertemu dengan teman sekantor yang juga memutuskan untuk pergi berlibur ke jogja bersama istrinya, ternyata kami satu gerbong. Kami pergi naik kereta bisnis lodaya malam tujuan Solo. Kereta pun berangkat membawa ratusan penumpang yang entah apa kepentingan nya. Tepat jam 12 malam tidak terjadi perayaan apapun di dalam kereta , yaa kami pergi tanggal 31 desember 2009, tapi ternyata para penumpang kereta lebih memilih untuk beristirahat daripada merayakan malam pergantian tahun. Akhirnya kami juga tertidur.

Tiba di stasiun tugu jam 4.30, setengah jam lebih cepat dari jadwal kedatangan yang tertera di tiket. Kami langsung dijemput oleh driver dari tour and travel yang sudah kami reserve via internet yang ternyata sangat mudah diakses di situs www.yogyes.com. Kami minta dianter ke mesjid untuk melaksanakan shalat subuh, kami pun diajak ke mesjid agung yogyakarta. Sekitar jam 6.00 kami berangkat menuju datarang tinggi Dieng, rencananya kami akan menghabiskan hari itu disana. Perjalanan ditempuh kurang lebih 5 jam. Dataran tinggi Dieng terletak di dua kabupaten, wonosobo dan banjarnegara.

Udara dingin mulai terasa saat kami masuk ke area dieng, kami tiba di gerbang kawasan wisata dieng dan membayar tiket karcis untuk masuk 4 objek wisata dieng seharga Rp. 16,000,- /orang. Kami singgah di satu tempat dimana kami bisa melihat dengan jelas kota dibawah kami,.mountain view

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah telaga warna, yang konon katanya telaga tersebut warna air nya bisa berubah secara periodik dan terjadi secara alami, bau belerang dimana mana. Dari telaga warna kami melanjutkan perjalan ke dieng plateu, tempat pemutaran film dokumenter mengenai Dieng, dimulai dari kesenian tradisionalnya, anak anak dengan rambut gembel nya, tragedi meletusnya salah satu kawah, dll. Semua terangkum secara lengkap dalam satu film berdurasi kira kira 45 menit.

Dari dieng plateu kami melanjutkan perjalan ke kawah sikidang, kawah yang yang cukup aman dikunjungi, kali ini bau belerang lebih menyengat daripada di telaga warna, karena disini ada lumpur yang bergolak akibar memanasnya air di dalam bumi oleh magma panas, dan banyak belerang dimana mana,.itu juga katanya sii,.sayang nya cuaca agak hujan waktu itu, jadi agak licin.

Dari kawah sikidang kami mampir di candi arjuna, satu kawasan yang terdiri dari candi para pandawa lima, Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati. View alam disini memang sangat bagus, tak heran salah satu chef ternama Indonesia pernah memilih kawasan ini sebagai tempat dia demo masak.

Akhirnya selesai petualangan kami hari itu, kami pergi ke penginapan. Kebetulan kami dapat penginapan di daerah UNY, penginapan baru nampaknya.

Keesokan harinya kami memutuskan untuk menghabiskan waktu di pantai, Baron dan Kukup jadi pilihan kami, sungguh sangat indah pemandangan disana.

Baron, pantai ini dipenuhi dengan wisatawan domestik pada saat kami datang kesana, jadi kami juga tidak berlama lama disana. Hanya satu sampe dua jepretan kamera, heuheu,.

Kukup, disinilah kami menghabiskan waktu, pantai ini sungguh menyajikan pemandangan yang luar biasa indahnya, g kalah sama Bali deh,.banyak karang karang besar disekitar pantai, pasirnya putih, dan ombak dipantai ini telah pecah ditengah lautan sebelum dia berhasil menyentuh pantai, jadi sangatlah aman untuk bermain air di pantai ini.

Tentunya kami tidak seharian di pantai, kami akhirnya menikmati hidangan laut disalah satu warung makan di pinggir pantai,. Setelah kenyang kami melanjutkan perjalan ke Kota Gede, hunting perak dan kerajinan tangah bersepuhkan perak disana dengan pakaian basah kena air laut,.heuheu,.

Setelah dapat barang yang dicari kamipun mengunjungi jalan yang wajib dikunjungi di yogyakarta, yaa Jalan Malioboro. Peak season telah membuat malioboro jadi penuuh,.banyak sekali wisatawan dan warga pribumi. Setelah muter muter beberapa kali, akhirnya kami dapat tempat parkir juga.

Kami hanya mengunjungi satu toko yang kami anggap cukup lengkap barang dagangan nya, Mirota nama toko nya. Gara gara takut ketinggalan kereta, kami hanya membeli oleh oleh alakadarnya, tidak sempat beli bakpia 75, yangko, salah pondoh, dll. Hiks hiks,.tapi daripada ketinggalan kereta kan,.akhirnya kami pulang dengan kereta mutiara selatan, dan tiba di bandung dengan selamat pukul 7 pagi hari. Selesai lah petualangan kami di yogyakarta, dan terpaksa harus kembali ke rutinitas awal, kerjaaa!! Semangat!!

Sebagai gambaran dan share pengalaman aja, fyi aja nih rincian biaya kl mau wisata ke tempat yang kami datengin,.:

Tiket kereta Bandung-Jogja                         : Rp.130,000

Sewa mobil + driver + bbm                          : Rp.550,000 (tambahan ke dieng kena charge 150 ribu plus over time 40 ribu)

Penginapan                                                        : Rp.350,000

Tiket masuk kawasan wisata                       : Rp.20,000 (include parkir lah)

Tiket masuk pantai                                          :Rp.6000,-

Parkir mobil                                                        :Rp. 30,000,- (maklum banyak request jadi banyak berhenti, bayar parkir daah,.

Tiket Jogja-Bandung                                       :Rp. 175,000,- (gara gara kehabisan tiket, jadi terpaksa pake kereta surabaya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s