-tentang hati-


para pakar ilmiah mampu mendefinisikan apa itu hati, fungsi nya untuk apa, mengeluarkan enzim atau zat apa, dari senyawa apa, dsb. Namun tetap pada intinya tidak ada yang mampu mendeskripsikan perasaan yang mampu ditimbulkan dari “sebongkah” hati.

berikut ini adalah penjabaran ilmiah tentang hati :

Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong empedu . Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.

Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.

Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.

Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.

Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil dari darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh.

Subhanallah wal hamdulilah,.Maha Perkasa dan Maha Besar Allah karena telah menciptakan hati dalam tubuh manusia. selain fungsi hati yang sudah dijelaskan diatas, hati juga memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi, ketika kita mengalami kejadian yang menyedihkan atau menggembirakan, secara otomatis hati kita akan mengirimkan sinyal element nya ke otak, dan mendistribusikan nya sampai pada akhirnya merepresentasikan nya lewat mulut, mata, dan indera lainnya, jika kita berbahagia maka otak akan menyuruh mulut kita untuk tersenyum dan tertawa senang, jika sinyal sedih yang dikirimkan oleh hati, maka otak akan menyuruh mulut kita dan mata kita untuk menangis. Maha Suci Allah dengan segala ciptaanya.

source : wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s